Uncategorized

Tanaman Keben,Kerabat Dekat Dari Mangrove

Daerah pesisir Indonesia sangat akrab dengan berbagai flora, termasuk tanaman Barringtonia asiatica Kurz, atau dengan nama lokal yang disebut keben. Tumbuhan ini tumbuh subur di daerah pantai tropis Asia dan Pasifik dan memiliki bentuk buah yang unik.

Stupa berbentuk keben, empat persegi panjang atau terbalik. Ujung runcing menghadap ke bawah dan wajah persegi panjang yang besar menghadap ke atas. Buah muda berwarna hijau, coklat tua, rasanya manis.

Tanaman Keben,Kerabat Dekat Dari Mangrove

Buah keben biasanya tumbuh di ujung batang. Kulit buahnya halus dan halus. Kulit bagian dalam terbuat dari serat keras yang menyerupai serat kelapa. Dalam satu buah ada satu biji di tengah lebar 2-3 cm dan tinggi 3-5 cm. Tumbuhan Keben dapat tahan terhadap suhu 29-35 ° C dan toleran terhadap perubahan iklim.

Baca Juga: Harga Pohon Kamboja Fosil Siap Kirim Seluruh Indonesia

Keben digolongkan sebagai tanaman berumur panjang dan termasuk dalam famili Lecythidiaceae. Keben adalah tanaman asli ekosistem flora Indonesia. Mereka tumbuh di sepanjang pantai dan ekosistem daratan ke dataran tinggi. Tanaman ini bisa mencapai ketinggian 7-50 m.

Habitat tanaman Keben adalah wilayah yang hampir secara eksklusif bersifat litoral (pantai), di beberapa daerah pohonnya dapat tumbuh jauh ke pedalaman, seperti bukit atau jurang berkapur. Biasanya tumbuh di pantai berpasir atau pasir karang, di sepanjang pantai atau rawa bakau pada ketinggian 0-350 m di atas permukaan laut (Tan 2001). Tanaman ini juga tergolong jenis tanaman bakau yang tumbuh di pantai.

Di Indonesia, tanaman ini memiliki banyak nama, termasuk butun (Sunda), kebena (Jawa), bitung (Sulawesi Utara), kebena-kebena (Bali), utong (Alor) dan maliou (Papua) (Septiarusli 2012). Menurut database keanekaragaman hayati Indonesia (Prohati dalam Septiarusli 2012), keben secara morfologis adalah pohon yang tumbuh tegak dengan batang yang terlihat seperti bercak daun besar.

Berdasarkan berbagai sumber penelitian ilmiah, keben memiliki daun oval dengan telur anak sapi bulat. Perbungaan berbentuk seperti ikat dan terletak di ujung, jarang di ketiak, kelopak berwarna hijau seperti tabung panjang, daunnya putih, mendorong, benang sari berubah merah di ujungnya, putik bilas di ujungnya .

Selain morfologinya yang unik, tanaman ini kaya akan manfaat. Kandungan kimia dalam tanaman keben, termasuk alkaloid, steroid, triterpenoid, tanin, saponin, dan flavonoid dalam biji dan buah-buahan. Daunnya mengandung senyawa triterpenoid, alkaloid, flavonoid, likopin, dan tanin. Kulit kayu mengandung senyawa tanin dan saponin.

Keben banyak digunakan sebagai obat tradisional. Beberapa manfaat dari buah ini adalah sakit perut, rematik dan juga bisa menjadi obat luka dengan memarut biji buah dan kemudian menempatkannya di area yang terluka. Buah ini juga biasa digunakan sebagai racun ikan karena mengandung bahan aktif yang disebut saponin, yang dapat menyebabkan keracunan ikan.

Pohon keben juga dikenal sebagai pohon perdamaian setelah Presiden Soeharto meletakkannya pada 5 Juni 1986, pada hari lingkungan hidup. Pada tahun itu, Miliedag didedikasikan untuk “A Tree for Peace”. Presiden Suharto dan Ny. Tien Suharto kemudian menanam tanaman ini di halaman Istana Negara, dan pohon itu masih dirawat.

Di sekitar Kraton Yogyakarta, pohon ini juga memiliki nilai filosofis tersendiri. Dikutip dari situs kehati.jogjaprov.go.id disebutkan bahwa keben berasal dari kata “Hangrungkebi jejering bebener” yang artinya merangkul kebenaran. Kebenboom melambangkan bahwa orang harus selalu menjunjung tinggi kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.

Nah, pohon ini tumbuh tinggi dengan ketinggian 5 hingga 17 meter. Batangnya bercabang dan daunnya lebar. Memang tidak salah jika pohon ini sering digunakan sebagai tanaman hias di tempat parkir. Buahnya berbentuk kotak, seperti piramida.